Wakil Gubernur Papua Selatan Desak Polisi Tindak Pelaku Penyerangan Sekolah

- Penulis Berita

Kamis, 22 Mei 2025 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua

Papua

mediarelasi.idWakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Selatan, Paskalis Imadawa, meminta agar pihak kepolisian segera mengambil tindakan terkait insiden penyerangan yang terjadi di Sekolah Satu Atap Wasur. Ia menegaskan pentingnya proses hukum bagi para pelaku agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Sekelompok warga dilaporkan merusak fasilitas sekolah dan menghancurkan beberapa ijazah milik siswa sebagai bentuk protes terhadap tindakan seorang guru yang tidak mereka setujui. Insiden tersebut terjadi pada hari Kamis, 15 Mei 2025.

Paskalis Imadawa menerima laporan dari para guru pada Senin, 19 Mei 2025, tentang kejadian tersebut. Sebanyak 13 guru SMP dan SMA dari Sekolah Satu Atap Kampung Wasur melapor langsung kepadanya, mengungkapkan keprihatinan mereka dan harapan agar pihak berwajib segera mengusut kasus ini.

Baca Juga:  Pelajar Jabar Akan Diberlakukan Jam Malam dan Sekolah Pukul 06.00

“Para guru datang menemui saya pada Senin, 19 Mei 2025. Mereka melaporkan insiden tersebut dan meminta agar proses hukum segera dimulai,” kata Paskalis

Menurut penjelasan Paskalis, kejadian bermula ketika seorang siswa datang ke sekolah dalam keadaan terpengaruh alkohol. Ia menyebabkan keributan dengan memecahkan kaca di sekolah di depan teman-temannya. Upaya siswa yang tinggal di asrama untuk menenangkannya tidak membuahkan hasil, malah memicu aksi kekerasan dari siswa tersebut. Akibatnya, siswa yang agresif itu akhirnya dipukul oleh teman-temannya.

Merasa tidak terima, pelaku melarikan diri dan pulang ke rumahnya, kemudian menghubungi keluarganya untuk datang menyerang sekolah sebagai balas dendam.

Baca Juga:  Ledakan Trafo di Gandul Bikin Jakarta Selatan dan Depok Gelap Gulita, Warga Panik!

“Pada saat penyerangan terjadi, bapak asrama sedang berada di Merauke. Dia langsung menghubungi Polres Merauke dan bergegas kembali ke lokasi,” jelas Paskalis.

Setelah insiden penyerangan, sejumlah siswa melarikan diri ke daerah Biras untuk menghindari kekerasan. Mereka meninggalkan asrama untuk keselamatan mereka.

Sekitar pukul 23.00 WIT, polisi tiba di lokasi dan membantu mengevakuasi siswa yang kabur demi memastikan keamanan mereka. Polisi kemudian melakukan penyelidikan di tempat kejadian dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk membawa kasus ini ke proses hukum.

Berita Terkait

Hari Kedua Bina Desa 2025: Kolaborasi Sehat, Literasi Hukum, dan Penguatan Petani
Bina Desa 2025 HMPSIH UNPAR: Mahasiswa Hukum Turun Tangan dalam Penguatan Sosial dan Hukum Masyarakat Desa
Angin Segar Transportasi Udara Jember: Bandara Notohadinegoro Aktif Lagi Mulai 17 Agustus
BMKG Catat Gempa M 4,7 di Laut Talaud, Sulawesi Utara
Pertamina Gandeng Seruni Bangun 16 Titik Air Bersih di Sragen
Pemprov DKI Ringankan Pajak Hotel dan Restoran, Bebaskan Denda PKB hingga Akhir Agustus
Kecelakaan Maut di Tol Pasuruan Probolinggo, Polisi Telusuri Penyebab Tabrakan
Polisi Kejar Lima Otak Utama Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp9,2 Miliar
Berita ini 40 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 19:01 WIB

Hari Kedua Bina Desa 2025: Kolaborasi Sehat, Literasi Hukum, dan Penguatan Petani

Rabu, 27 Agustus 2025 - 17:50 WIB

Bina Desa 2025 HMPSIH UNPAR: Mahasiswa Hukum Turun Tangan dalam Penguatan Sosial dan Hukum Masyarakat Desa

Senin, 11 Agustus 2025 - 13:43 WIB

Angin Segar Transportasi Udara Jember: Bandara Notohadinegoro Aktif Lagi Mulai 17 Agustus

Jumat, 4 Juli 2025 - 10:30 WIB

BMKG Catat Gempa M 4,7 di Laut Talaud, Sulawesi Utara

Kamis, 19 Juni 2025 - 09:50 WIB

Pertamina Gandeng Seruni Bangun 16 Titik Air Bersih di Sragen

Berita Terbaru