Dalam Forum BRICS, Wamen ESDM Tegaskan Komitmen Indonesia pada Energi Bersih

- Penulis Berita

Rabu, 21 Mei 2025 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BRICS

BRICS

mediarelasi.idWakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mempercepat transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Hal tersebut ia sampaikan dalam pertemuan tingkat menteri energi negara-negara BRICS yang digelar di Brasilia, Brasil, Senin (19/5) waktu setempat.

Dalam forum tersebut, Yuliot menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mendorong percepatan transisi energi. Menurutnya, Indonesia terbuka untuk menjajaki kemitraan strategis dengan negara-negara BRICS — Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan — guna memperkuat ketahanan energi global serta mendukung pembaruan Peta Jalan Kerja Sama Energi BRICS.

Baca Juga:  Lelang Proyek Gedung MPR/DPR di IKN Dimulai Awal 2025

Ia menyebut, terdapat peluang besar bagi Indonesia untuk bermitra dalam berbagai sektor energi, seperti pengembangan energi terbarukan, nuklir, smart grid, bioenergi, hidrogen, amonia, serta penerapan teknologi CCS/CCUS, PLTS off-grid, dan pembangkit tenaga air.

“Kami optimistis bahwa melalui sinergi dengan negara-negara BRICS, kami dapat saling berbagi praktik terbaik dan memperkuat sistem energi yang lebih tangguh,” ujar Yuliot.

Dalam hal pendanaan, Yuliot mendorong negara-negara BRICS untuk mengeksplorasi model pembiayaan inovatif yang mampu mendukung transisi energi secara merata dan inklusif, khususnya di negara berkembang.

“Keberagaman dan posisi strategis negara-negara BRICS menjadi kekuatan untuk turut membentuk ulang tata kelola energi dunia. Kami berharap dapat mempererat kemitraan demi menciptakan masa depan energi yang adil, aman, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga:  MBG Mentah Saat Libur Sekolah Belum Ada Keputusan Resmi

Yuliot juga menyampaikan bahwa Indonesia mendukung transisi energi yang tidak hanya bersih, tetapi juga adil dan inklusif — memastikan seluruh lapisan masyarakat terlibat dan tidak ada yang tertinggal dalam proses perubahan ini.

Ia menutup dengan menekankan bahwa pendekatan transisi energi tidak bisa disamaratakan, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi nasional masing-masing negara, memperhatikan prioritas pembangunan serta menjunjung kedaulatan teknologi.

Berita Terkait

Legislator: Produk Impor Ilegal Jadi Ancaman Serius bagi UMKM
Indonesia Lanjutkan Pembicaraan Terkait Tarif Impor AS di Era Trump
Lemhannas Analisis Dampak Konflik Iran-Israel Terhadap Ketahanan Nasional dan Ekonomi RI
MBG Mentah Saat Libur Sekolah Belum Ada Keputusan Resmi
TNI AL Amankan Upaya Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster di Sumbawa
RUPST 2025: Lippo Karawaci Umumkan Direksi dan Komisaris Baru, Catat Kinerja Positif di 2024
Ketegangan Iran-Israel Bayangi Pasar, Sektor Energi dan Emas Jadi Sorotan
Rosan Roeslani: Investasi Diproyeksikan Jadi Lokomotif Baru Ekonomi Nasional
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 6 Agustus 2025 - 16:26 WIB

Legislator: Produk Impor Ilegal Jadi Ancaman Serius bagi UMKM

Selasa, 8 Juli 2025 - 14:30 WIB

Indonesia Lanjutkan Pembicaraan Terkait Tarif Impor AS di Era Trump

Kamis, 26 Juni 2025 - 13:44 WIB

Lemhannas Analisis Dampak Konflik Iran-Israel Terhadap Ketahanan Nasional dan Ekonomi RI

Kamis, 19 Juni 2025 - 09:37 WIB

MBG Mentah Saat Libur Sekolah Belum Ada Keputusan Resmi

Rabu, 18 Juni 2025 - 09:31 WIB

TNI AL Amankan Upaya Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster di Sumbawa

Berita Terbaru