Ketidakpastian Tarif Impor Trump Menghantam Wall Street

- Penulis Berita

Rabu, 9 April 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street

Wall Street

mediarelasi.idPada Selasa, 8 April 2025, Wall Street mengalami penurunan tajam meskipun sempat dibuka dengan penguatan. Para investor tampaknya masih khawatir dengan ketidakpastian yang mengelilingi kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memicu kecemasan terkait kelanjutan perang dagang.

Menurut laporan dari AP, indeks S&P 500 sempat melesat naik 4,1%, namun keuntungan tersebut dengan cepat sirna. Indeks ini akhirnya ditutup turun 1,6% setelah sempat terkoreksi hingga 3%. Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 320 poin atau 0,8%, meskipun sempat melesat 1.460 poin sebelumnya. Indeks Nasdaq Composite bahkan merosot lebih dalam lagi, yakni 2,1%.

Baca Juga:  Kerusuhan di Los Angeles, Wali Kota Terapkan Jam Malam Akibat Protes Kebijakan Imigrasi Trump

Gejolak pasar saham AS ini terjadi meski bursa saham global lainnya sempat mencatatkan kenaikan. Saham di Tokyo naik 6%, Paris menguat 2,5%, dan Shanghai bertambah 1,6%. Meskipun demikian, para analis memperingatkan bahwa volatilitas pasar mungkin masih akan berlanjut dalam beberapa hari atau bahkan jam-jam mendatang.

Isu utama yang membayangi pasar adalah seberapa lama kebijakan tarif tinggi Presiden Trump terhadap negara-negara mitra dagangnya akan berlangsung. Tarif yang tinggi berpotensi meningkatkan harga barang-barang konsumsi di AS, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Jika kebijakan ini bertahan lama, beberapa ekonom memperingatkan potensi terjadinya resesi. Namun, jika Trump bersedia untuk menurunkan tarif dan melakukan negosiasi dalam waktu dekat, skenario terburuk ini bisa dihindari, meskipun dampaknya terhadap Wall Street tetap bisa signifikan.

Baca Juga:  Resmi! Retno Marsudi Sandang Jabatan Baru Setelah Tinggalkan Posisi Menlu

Secara keseluruhan, indeks S&P 500 turun 79,48 poin, berakhir di level 4.982,77. Dow Jones Industrial Average melemah 320,01 poin menjadi 37.645,59, sementara Nasdaq Composite jatuh 335,35 poin, ditutup di angka 15.267,91.

Perusahaan-perusahaan dengan rantai pasokan global menjadi yang paling terdampak. Saham Ralph Lauren terpuruk 5,6%, sementara saham Best Buy merosot 8,3%. Meskipun tidak secara langsung mengimpor banyak barang dari China, industri elektronik tetap sangat bergantung pada pasokan dari negara tersebut.

Berita Terkait

Presiden Prabowo Disambut Hangat oleh Putra Mahkota Arab Saudi
Veteran AS Lebih Rentan Masuk Penjara, Terapi Kuda Jadi Harapan Baru
Perjalanan Spektakuler Melintasi 50 Terowongan dan 77 Jembatan di Taiwan
Iran Desak Negara-Negara Islam Bersatu Hadapi Agresi Israel
Israel Gempur Teheran, Iran Balas dengan Serangan Rudal ke Galilea
Modi Tinjau Langsung Lokasi Jatuhnya Air India AI‑171 di Ahmedabad
Kerusuhan di Los Angeles, Wali Kota Terapkan Jam Malam Akibat Protes Kebijakan Imigrasi Trump
Hamas Ragukan Seriusnya Ajakan Gencatan Senjata Israel dan AS
Berita ini 59 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 Juli 2025 - 12:31 WIB

Presiden Prabowo Disambut Hangat oleh Putra Mahkota Arab Saudi

Senin, 16 Juni 2025 - 13:20 WIB

Veteran AS Lebih Rentan Masuk Penjara, Terapi Kuda Jadi Harapan Baru

Senin, 16 Juni 2025 - 13:00 WIB

Perjalanan Spektakuler Melintasi 50 Terowongan dan 77 Jembatan di Taiwan

Senin, 16 Juni 2025 - 12:49 WIB

Iran Desak Negara-Negara Islam Bersatu Hadapi Agresi Israel

Minggu, 15 Juni 2025 - 12:16 WIB

Israel Gempur Teheran, Iran Balas dengan Serangan Rudal ke Galilea

Berita Terbaru